Tampilkan postingan dengan label trip singapore-malaysia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label trip singapore-malaysia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Juni 2012

Batu Caves : Kuil Unik di Dalam Goa

Dari genting higlands ,saya kembali menaiki mobil go genting menuju KL sentral,setelah menempuh perjalanan selama satu jam,saya tiba di KL sentral sekitar pukul 14:00. Dari sini saya akan kembali melanjutkan perjalanan mengunjungi kuil batu caves mengunakan kereta(KTM komuter). Dari  KL sentral saya hanya perlu merogoh kocek sebesar 1 RM untuk satu buah tiket KTM komuter menuju stasiun batu caves. Setelah mendaptkan tiket,  Saya berjalan mengikuti petunjuk arah  menuju stasiun KTM komuter dan menunggu di  platform 3.  * Fyi: di KL sentral terdapat beberapa moda transportasi yang berbeda-beda (meskipun sama-sama kereta),dan memiliki pintu masuk yang  berbeda-beda pula, jadi jangan sampai salah masuk.
perjalanan menuju lapangan utama
Perjalanan dari KL sentral menuju batu caves bisa di bilang cukup singkat,hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit saja. Sepanjang perjalanan pun tak terlalu banyak hal menarik yang bisa di lihat,perjalanan lebih di dominasi lahan kosong saat mendekati tujuan.  Sesampainya di stasiun  Batu caves,saya berjalan keluar stasiun mengikuti para pengunjung lain yang juga hendak ke kuil batu caves. Dari ke jauhan,saya sudah bisa melihat jajaran tebing-tebing  kapur yang di penuhi tumbuhan hijau di hampir seluruh permukaannya.  Saat  memasuki kawasan batu caves,saya  di sambut sebuah patung dewa berwarna hijau (entahlah apa namanya,tapi seperti hanoman) yang cukup tinggi. Saya terus bejalan menyusiri jalan ke arah kanan  menuju lapangan utama  kuil batu caves yang terdapat patung dewa murugan setinggi 42,7 m yang di cat berwarna emas . Saat itu suasananya  sangat ramai dengan para pengunjung yang baru tiba atau pun baru turun dari ratusan anak tangga yang menuju mulut goa. Di lapangan ini terdapat banyak sekali burung merpati yang nampak asik menikmati jagung-jagung kering yang di lempar para pengunjung.
tangga menuju mulut goa
 Puas menikmati  tingkah anak-anak kecil yang menjaili  merpati, saya pun berjalan mendekati anak tangga pertama yang akan mengantar saya menuju mulut goa. Sebenarnya jumlah anak tangga di sini tak terlalu banyak, hanya berjumlah sekitar 272 anak tangga saja. Namun yang menjadikanya nampak begitu melelahkan untuk di naiki adalah kecuraman tangga di sini yang saya bilang cukup exstrim. Satu demi satu anak tangga saya titih, dan saya harus berhenti beberapa kali untuk mengatur napas. Di sini juga terdapat monyet-monyet nakal yang kadang mengganggu para wisatawan,jadi harus hati-hati.

Sesampainya di mulut goa, saya di suguhi pemandangan yang luar biasa cantik, juntaian stlaktif berbagai bentuk yang menyatu dengan dinding goa memberi kesan dramatis. Goa ini tak sesakral yang saya pikir,karena tepat di depan mulut goa terdapat beberapa lapak yang menjual berbagai macam sovenir, dari mulai yang berhubungan dengan goa sampai yang tak terlalu ada hubunganya pun ada di sini.   Begitu memasuki goa,saya seperti  sedang   berada di sebuah aula yang sangat besar dan tinggi,di sini terdepat beberapa bangunan yang menyatu dengan dinding goa. Setelah melewati ruangan ini,saya berjalan terus meniti beberapa anak tangga lagi untuk sampai di ujung goa yang tak memiliki atap, di sini kita bisa langsung menatap langit  dan hijaunya pepohonan di atas goa (keren kan !! ),di sini juga terdapat sebuah bangunan (kuil sepertinya) yang nampak tak terlalu terawat.  Setelah muter-muter bagian goa dengan puas,saya  memutuskan untuk kembali turun dan melanjutkan perjalanan berikutnya.
Sesampainya di stasiun batu caves,saya langsung membeli tiket KTM menuju KL sentral seharga 2 RM (agak aneh juga sih,padahal dari KL sentral menuju batu caves saya hanya perlu membayar 1 RM tapi jika sebaliknya harus membayar 2 RM :) )
gerombolan merpati

Senin, 04 Juni 2012

Menggigil di Genting Highlands

Setelah memejamkan mata sekitar 2 jam di kursi besi yang empuk, saya terbangun dan segera bergegas menunju toilet untuk membersihkan diri. Saat itu jam menunjukan pukul 6 pagi,saya pun menuju musolah untuk menunaikan solat subuh. Selesai solat,saya berjalan mengikuti petunjuk arah menuju stasiun KTM komuter (Bandar Tasik Selatan)  yang terhubung dengan terminal ini. 

go genting
Sesampainya di stasiun,saya langsung membeli tiket seharga 1 ringgit (RM) dengan tujuan KL sentral. *KTM komuter yang ke KL sentral ada di peron 2.
Setelah menempuh perjalanan selama 25 menit, saya sampai di  KL sentral.  Saya segera  mendatangi pusat informasi untuk meminta peta Kuala Lumpur dan bertanya letak bis (go genting) yang akan membawa saya ke genting highlands. Setelah tau di mana letak bis berada (letaknya berada di dekat bis yang menuju/dari LCCT), saya pun berjalan mengikuti petunjuk arah menuju bis.  Di dekat bis ada sebuah bangunan kecil berwarna merah yang di fungsikan sebagai tempat penjualan tiket. Saya membeli tiket untuk ke berangkatan pertama ( jam 8 pagi) , sekaligus tiket untuk pulang (karena malas jika harus mengantri lagi di genting untuk tiket pulang). Alangkah terkejutnya saya ketika di beritahu uang yang harus saya bayar untuk tiket pulang pergi hanya  10.6 RM,padahal berdasarkan info yang saya dapat dari web resminya (go genting)  tiket one way saja 10.3 RM. Namun rupanya saat itu kereta gantung yang ke genting sedang tidak beroprasi,jadi saya akan menaiki bis sampai di genting (tidak berganti ke  kereta gantung). Sebenarnya sedikit kecewa sih,karena saya memang ingin sekali menikmati perjalanan ke genting menggunakan kereta gantung. Tapi tak apalah,toh saya bisa sedikit berhemat,hehe. Selesai membeli tiket,saya duduk-duduk di kursi yang sudah tersedia untuk menunggu waktu keberangkatan.
perjalanan ke genting
Pukul 7:45 , seluruh penumpang di persilahkan menaiki bis. Dan tepat pukul 8, bis pun melaju meninggalkan KL sentral. Bis go genting ini sangat nyaman dengan formasi kursi 2-2 dan jarak antar kursinya cukup luas untuk kaki. Perjalanan ke genting di dominasi dengan tikungan-tikungan tajam serta tanjakan-tanjakan curam khas jalan ke pegunungan. Mata pun cukup di manjakan dengan lebatnya tumbuhan  hutan hujan tropis yang sangat rapat. Saat bis melaju semakin tinggi menaiki pegunungan,terlihatlah hamparan bangunan gedung-gedung pencakar langit  di  Kuala Lumpur . Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam,sampailah saya di genting highlands. Udara dingin pun langsung menyeruak begitu saya melangkah ke luar bis,kabut tipis membalut beberapa sudut di area ini termasuk hotel First World. 
Pagi itu suasananya masih cukup sepi,karena masih sedikit orang-orang yang berlalu lalang di sini. Dari perhentian bis,saya berjalan menuju indor theme park menyusuri jalan yang menuju loby hotel First World. Sepanjang jalan, saya melihat beberapa travel agen yang menjual tiket bis menuju singapura dan ada juga yang langsung ke sentosa island,harganya berkisar 35-50 RM. Sesampainya di area indor theme park, tak ada hal yang menarik untuk di lihat (bagi saya). Di sini hanya ada berbagai macam permainan dan restoran yang harga makanannya bikin mau muntah,hehe. Tapi karena perut minta di isi sarapan,jadi saya harus rela mengeluarkan uang  5 RM untuk nasi lemak porsi kecil ( jika di kuala lumpur mungkin harganya 1-2 RM). Saat perut sudah cukup kenyang,saya kembali berkeliling indor theme park yang sangat membosankan ini  (mungkin karena saya tak mencoba satu permainan pun,jadinya membosankan,haha).
indor and outdor theme park
 Puas mengelilingi indor theme park,saya berjalan keluar dan duduk-duduk di depan permainan flying coster (ingin sekali rasanya menaiki permainan ini,tapi saya takut dan saya gak mau bayar mahal Cuma buat jerit-jeritan,haha). Kabut semakin tebal menyelimuti kawasan genting.  Udara dingin yang  semakin tak bersahabat  membuat saya mengigil dan memaksa saya untuk kembali menuju indor theme park serta mencari makanan hangat yang akan sangat cocok jika di makan saat cuca seperti ini. Saya pun memutuskan untuk memesan semangkuk tom  yum pedas seharga 14 RM (mahal banget  (--_--‘) ) . Setelah kenyang dengan makan yang sebenarnya tak terlalu saya sukai ini,saya  kembali berputar-putar di  kawasan indor theme park,sampai ahirnya saya melihat petunjuk arah menuju kasino. Tanpa pikir panjang, saya langsung melangkah dengan semangat menuju kasino. Tapi sial, saat di depan pintu masuk, saya tidak di perbolehkan masuk karena membawa ransel yang cukup besar. Dengan sedikit kecewa, saya kembali mengelilingi area genting. Sekitar pukul 12:30, saya kembali menuju pemberhentian bus karena tiket pulang saya pukul  13.00.
Harga tiket masuk indor and outdor theme park genting
Meskipun hanya sebentar mengelilingi genting ,tapi cukup membuat saya puas. semoga suatu saat bisa lagi ke sini menggunakan kereta gantung dan mencoba semu permainan di sini.. Amin :)

Minggu, 03 Juni 2012

Road Trip Singapore to Malaysia

Puas menikmati malam di kawasan marina bay,saya kembali menuju stasiun MRT city hall dengan  sedikit tergesa-gesa karena saat itu waktu menunjukan pukul 20:45 (takut MRT keburu gak beroprasi dan takut ke habisan bis yang ke johor bahru). Dari stasiun city hall,saya menaiki MRT menuju stasiun bugis. Sesampainya di  stasiun bugis, saya keluar di pintu A dan berjalan ke sebelah kiri menyusuri  jalan besar (victoria street). Tak terlalu jauh berjalan (sekitar 100 meter) ada perempatan lampu merah,saya belok ke sebelah kiri menyusuri jalan Ophir Rd  sampai bertemu lampu merah lagi dan saya  belok ke sebelah  kanan menyusuri jalan queen street ,setelah itu saya tinggal berjalan lurus dan sampailah saya di terminal bis yang akan membawa saya  ke johor bahru (Queen Street bus station).  Awalnya sempat bingung melihat keadaan terminal ini,bagai mana tidak, Queen Street bus statio sangat jauh berbeda dengan bayangan saya, saya pikir akan ada bangunan mewah khas negara ini dengan fasilitas yang bagus, namun yang saya temui hanya lapangan yang tak terlalu  besar dengan beberapa bis saja yang tersedia.
Antrian menunggu bis
Antrian penumpang malam  itu cukup banyak,saya pun harus bersabar mengantri giliran naik bis  sembari menahan perut yang sangat kelaparan (maklum saja,saat itu saya belum makan malam dan rencana saya untuk makan malam di kawasan bugis harus di urungkan karena takut kehabisan  bis). Setelah mengantri cukup lama (karena menunggu bisnya datang), saya pun membeli tiket seharga 2,4 SGD  tepat sebelum menaiki bis. Suasana di dalam bis sangat penuh sampai ada beberapa orang yang rela berdiri.  Sepanjang perjalanan tak ada hal menarik untuk di lihat,dan setelah menempuh perjalanan  sekitar 50 menit,saya sampai di imigrasi singapura. Semua orang langsung berhamburan keluar dari bis sembari  berlari-lari kecil menuju pemeriksaan imigrasi singapura (entahlah mereka kenapa sangat tergesa-gesa,jadi saya pun ikut-ikutan tergesa-gesa,,haha). Selesai dengan pemeriksaan imigrasi, seluruh penumpang  kembali menuju bis yang sudah menunggu di sisi lain pos imigrasi. Bis pun melaju menyusuri jembatan beton membelah Selat Tebrau yang memisahkan singapura dan malaysia. Tak beberapa lama,bis kembali berhenti. Semua penumpang kembali berhamburan keluar dan menuju pemeriksaan imigrasi,kali ini pemeriksaan imigrasi  malaysia. *fyi : memasuki malaysia dari johor bahru kita tak perlu mengisi form imigrasi,hanya menunjukan paspor saja.
Bis yang ke johor baharu
Selesai pemeriksaan imigrasi,saya mengikuti kerumunan orang-orang yang berjalan dengan sangat cepat mengikuti petunjuk arah menuju JB sentral. Setelah cukup lama berjalan,barulah saya sadar kalau mereka tidak akan menaiki bis yang tadi dan mereka tidak akan ke terminal bis Larkin. Dengan muka bodoh dan bingung,saya berbalik arah dan melawan arus gerombolan pejalan kaki yang makin banyak saja. Saya terus mempercepat langkah menuju aula selepas pemeriksaan imigrasi,karena sebelum mengikuti gerombolan sesat yang menyesatkan saya ini (padahal memang karna saya yang salah,hehe), saya sempat melihat petunjuk arah yang bertuliskan bus station. Sesampainya di aula,saya mengambil arah menuju bis station dan menunggu bis yang akan membawa saya ke terminal Larkin. Saat itu hanya segelintir orang  saja yang menunggu bis yang akan ke Larkin, di sini barulah saya sadar kalau gerombolan-gerombolan orang yang membuat saya tersesat itu adalah mereka warga malaysia yang bekerja di singapura,,  Fyi: sebelum menaiki bis selepas pemeriksaan imigrasi di malaysia, pastikan kembali bahwa bis yang akan anda naiki  sesuai dengan tujuan anda,bila perlu tanya sama supirnya. Karena bis-bis ini tak semuanya menuju terminal Larkin.
Pukul 22:50 malam,bis yang saya tumpangi sampai di terminal Larkin. Saya langsung bergegas menuju loket bis TRANSNASIONAL untuk membeli tiket bis  ke kuala lumpur (terminal bersepadu selatan). Saat berada di depan loket,saya di hampiri oleh calo yang terus bertanya ke mana tujuan saya sembari sedikit memaksa untuk membeli tiket-tiket yang dia punya. Namun dengan senyum ramah dan menawan (hahaha) saya menolaknya. Di depan loket tertera harga tiket dan jadwal keberangkatannya,saya pun membeli tiket seharga 31.1 RM dengan jadwal keberangkatan pukul 23:00,sebenarnya jika berangkat siang hari, harga tiketnya jauh lebih murah yaitu 26 RM.  *Fyi: Selain transnasional ada juga beberapa pilihah bis menuju terminal bersepadu selatan (KL),di antaranya K.K.K.L, Mayang Sari,Maju Exspres dan masih banyak lagi. Dan ada dua pilihan terminal di KL yaitu terminal bersepadu selatan dan terminal pudu raya (saya lebih menyarankan untuk ke terminal bersepadu selatan saja,karena tempatnya lebih nyaman).
Setelah di beritahu di platpom mana bis yang akan saya naiki menunggu,saya pun berjalan menuju tempat bis yang akan saya  naiki itu.  Sesampainya di depan bis,saya langsung menyodorkan tiket pada kondektur yang langsung menyuruh saya naik. Begitu masuk  ke dalam bis,saya di buat berdecak kagum dengan kondisi  bis ini (lebay),suasananya sangat bersih dan luas dengan formasi kursi 2-1 *ini bis yang paling keren yang saya naiki selama ini,haha. Tak berapa lama,bis pun meninggalkan terminal Larkin. Saat itu penumpang di bis hanya ada 5 orang saja,namun bis tetap berangkat tepat waktu *hebat kan.  Perut yang sedari tadi protes karena belum mendapatkan jatah makan malam,saya isi dengn roti sobek yang masih tersedia di ransel saya. Setelah di rasa kenyang,saya pun tertidur dengan nyenyak di bis yang begitu nyaman dan dingin (saking dinginnya,saya harus menggunakan sarung  sebagai selimut. *maklumlah udara di karawang panas jadi tidak terbiasa dengan udara dingin,,hehe).
Terminal bersepadu selatan  ( TBS )
Sekitar pukul 3:30 pagi saya di bangunkan oleh supir bis,saya masih bingung dan belum sadar kalau saya sudah sampai di terminal bersepadu selatan. Dengan muka yang masih memasang tampang bingung,saya melihat barisan tempat duduk lain dan menyadari bahwa saya adalah penumpang terahir yang belum turun dari bis ini. 
Area Kedatangan TBS
Melihat muka saya yang masih kebingung,pak supir meyakinkan saya lagi bahwa saya sudah sampai di terminal bersepadu dan saya tinggal naik eskalator untuk masuk ke area terminal. Saya tak menyangka secepat ini saya tiba di terminal bersepadu,padahal prediksi saya sekitar pukul 6 pagi bis baru akan sampai di terminal. Dengan jalan sempoyongan,saya keluar dari bis dan menaiki eskalator menuju  area dalam terminal. Meskipun dalam ke adaan setengah sadar,tapi saya bisa meyakini bahwa terminal bersepadu selatan ini memang sangat bagus. Saya berjalan mencari kamar mandi untuk sekedar membasuh muka saya *agar lebih sadar. Dan saya menemukan petunjuk arah menuju musolah yang berdekatan dengan kamar mandi,muncul lah ide untuk melanjutkan tidur di musolah. Namun sayang,pintu musolah di kunci dan baru bisa di gunakan pada pukul 5 pagi – 11 malam. Setelah membasuh muka,saya sedikit berkeliling terminal ini sembari mencari tempat potensial untuk di jadikan tempat tidur,haha.  Dan pada ahirnya Saya pun memutuskan tidur di deretan kursi-kursi yang banyak tersedia di sana,ternyata  bukan hanya saya saja yang tidur di sini tapi banyak juga orang-orang yang tidur di sana.
Selamat tidur (lagi)

Kamis, 31 Mei 2012

A Beautiful Night in Singapore

Setelah lelah berkeliling sentosa island,saya kembali ke vivo city dan melanjutkan perjalanan menggunakan  MRT  menuju daerah chinatown  (1,5 SGD). Sesampainya di area chinatown dan keluar  stasiun,saya sempat ke bingungan arah,mengingat suasana di sini yang sangat ramai dengan aneka toko penjual makanan dan riuh rendah orang-orang yang sedang menikmati suasana sore itu. Setelah berjalan-jalan  gak jelas dan masuk ke area perbelanjaan serta  membeli beberapa cendramata,saya kembali ke stasiun chinatown. Namun sebelum masuk ke area stasiun,saya sempatkan dulu untuk mencari mesjid karena saya belum melaksanakan salat dzuhur dan asar. 
pagoda street
Tepat di depan pintu masuk menuju stasiun, ada peta yang cukup besar yang menjelaskan denah stasiun dan bangunan sekitar setasiun. Setelah berdiri cukup lama dan memandangi peta,saya pun menemukan simbol bulan bintang yang di bawahnya tertulis “jamae”,itu artinya bangunan masjid dan masjid itu bernama masjid jamae.  Untuk menuju masjid itu saya harus masuk kembali ke dalam stasiun dan keluar dari pintu yang berbeda  (pintu keluar A, kalau gak salah) yang langsung menyambung dengan jalan pagoda “pagoda street” .  *Fyi: stasiun MRT kadang memiliki beberapa pintu keluar yang berbeda,jadi pelajari dulu peta stasiun MRT dan wilayah sekitar sebelum memutuskan untuk ke luar melalui pintu mana.
Begitu keluar dari pintu yang menyatu dengan jalan pagoda,suasananya sedikit berubah dari pintu pertama yang tadi saya datangi. Sepanjang jalan ini di penuhi lampion merah yang menggantung dan orang-orang yang sedang asik berbelanja di kios-kios yang berderat di sisi kiri kanan jalan. Di sini juga banyak penjual cendramata yang harganya jauh lebih murah dari tempat yang tadi saya datangi  dengan fariasi yang lebih banyak pula.  Selain itu,di sini juga ada bangunan chinatown heritage centre yang masih mempertahankan keaslianya. Saya terus berjalan menyusuri jalan pagoda ini, sampai ahirnya  bertemu jalan besar. Dari sini saya hanya tinggal berjalan beberapa meter ke sebelah kiri dan sampailah saya di mesjid jamae. Mesjidnya cukup besar dan nyaman,di tambah fasilatas yang bagus untuk ukuran sebuah mesjid *kalo di bandingkan dengan mesjid di indonesia,hehe.
kuil hindu
Selesai dengan kewajiban saya, saya memilih untuk tiduran di lantai  luar mesjid,meluruskan kaki yang sudah sangat pegal, sembari mengisi  batre kamera yang sudah sekarat. Saya juga menyempatkan diri mandi di sini,sebenarnya di sini tak ada kamar mandi. Yang ada hanya toilet yang memiliki semprotan yang bisa di jadikan shower.  Hampir 2 jam  saya beristirahat di sini sembari menunggu waktu magrib tiba,dan saat langit singapura sudah mulai gelap saya pun kembali melangkahkan kaki menuju stasiun MRT chinatown. *Fyi: di sekitaran masjid jamae ada juga bangunan kuil hindu yang cukup bagus untuk di jadikan objek foto.
Dari chinatown,saya melanjutkan perjalanan menuju esplanade dengan menaiki MRT menuju city hall (1.2 SGD) tapi karena ini berbeda jalur,jadi saya harus transit dan berganti MRT di stasiun Dhoby Ghaut. Sebenarnya saya sudah  mengunjungi area ini pada pagi hari,namun karena ingin menikmati ke indahan suasanan di sini saat malam hari,jadi saya putuskan untuk mengunjunginya lagi. Sesampainya di stasiun city hall,saya melakukan ke salahan bodoh yang berujung manis (meski agak sedikit melelahkan). Dari stasiun city hall seharusnya saya mengikuti petunjuk arah menuju esplanade theater seperti yang saya lakukan pada pagi hari,namun dengan kebodohan yang saya punya dan berharap akan lebih cepat sampai di area marina bay (saat itu saya hanya memiliki sedikit waktu,karena saya harus mengejar bis yang ke johor bahru),saya malah memilih mengikuti petunjuk arah menuju marina square. Begitu keluar dari pintu,di hadapan saya berdiri kokoh pusat perbelanjaan marina square . Dari sini saya mulai agak bingun harus berjalan ke arah mana,karena dari sini saya sama sekali tidak melihat bangunan marina bay sands ataupun singapore flyer. * di sini lah saya sadar kalo saya bodoh,haha. Karena tak mungkin untuk kembali ke stasiun MRT dan mengambil jalan yang lain,saya pun dengan muka bingun yang sedikit bercampur sok tahu terus berjalan menyusuri jalan ke arah kanan dari pintu keluar. Sampai ahirnya saya melihat singapore flyer dari ke jauhan,dan ini menjadi  seperti petunjuk arah untuk  saya.
marina bay sands
Setelah berjalan cukup jauh,barulah terlihat megahnya bangunan marina bay sand yang bertabur lampu-lampu cantik yang kontras dengan langit singapur yang sangat gelap malam itu. Tak hanya itu saja,ada juga atraksi lampu laser yang memancar dari berbagai sudut. Namun sayang,saya tak sempat mengabadikan atraksi lampu-lampu laser itu. Setelah lama berjalan,saya pun sampai di jembatan (the helix) yang indah berhias lampu-lampu berwarna biru. Jembatan ini terdiri dari rajutan-rajutan besi yang di bentuk melingkar. Di jembatan ini juga di bangun beberapa tempat (mirip balkon) yang langsung menghadap view marina bay sands dan area CBD. Cukup lama saya berdiam di sini menikmati malam. 
CBD
Setelah cukup puas,saya memutuskan untuk mengelilingi bagian lain di kawasan ini. Dari jembatan ini, saya berjalan menyusuri jalan raffles avenue sampai di esplanade outdoor theatre. Di sini banyak sekali orang yang pacaran dan membuat saya iri,hehe. Tapi memang suasananya sangat romantis untuk di habiskan berdua sembari melihat ke indahan bangunan-bangunan yang luar biasa indah ini, *semoga suatu saat bisa mengajak seseorang ke sini,haha #mimpi. Saya terus berjalan menyusuri pinggiran marina bay sampai di jalan esplanade drive,awalnya saya akan terus berjalan sampai di merlion park. Namun mengingat waktu yang sudah cukup malam dan takut ke habisan bis yang ke johor bahru, jadi saya harus cukup puas melihat patung merlion dari jauh. Semoga suatu saat bisa menghabiskan waktu lebih lama lagi di sini,tentunya dengan seseorang yang sangat berarti bagi saya,hehe. Sebenarnya masih banyak tempat yang ingin saya datangi malam itu,salah satunya Clarke Quat yang sangat indah jika di lihat di malam hari. Namun waktu tak memungkinkan,tapi tak apalah, ini akan saya jadikan alasan untuk mengunjungi singapura lagi  suatu saat nanti. Terimakasih tuhan atas semua kesempatan yang di berikan :)
singapore flyer and Esplanade
The Helix and Marina Bay Sands

Selasa, 29 Mei 2012

Menikmati Pesona Sentosa Island

Dari orchard road,saya kembali menuju stasiun MRT orchard untuk melanjutkan perjalanan ke sentosa island ( stasiun harbour front). Namun karena beda jalur,saya harus pindah jalur di stasiun dhoby ghaut dan menaiki MRT yang ke arah stasiun harbour front. Untuk mencapai stasiun harbour front dari orchard saya harus mengeluarkan uang sebesar  1,7 SGD.
Sekitar pukul 11:45 saya sudah sampai di stasiun harbour front yang menyatu dengan vivo city shopping centre. Saya langsung menuju tempat pembelian tiket monorail di  lantai 3. Sesampainya di lantai 3,saya menyempatkan diri untuk memilih menikmati view sentosa island dari rooftop sky park terlebih dulu. View dari sini sangat indah dengan kapal-kapal  yang berseliweran di selat antara pulau sentosa dengan daratan singapura. Tak hanya itu,di sini kita juga bisa melihat pulau sentosa dengan bangunan-bangunan unik dan kereta gantung yang menghubungkan pulau sentosa dan singapura. Ada juga pelabuhan fery yang melayani penumpang  menuju  pulau batam. 
view dari rooftop sky park
Puas berpanas-panasan di rooftop sky park,saya kembali ke tempat pembelian tiket monorail  yang akan membawa saya ke sentosa. Di sini saya sempat bingun karena saya tak melihat tempat penjualan tiket monorail,saya hanya melihat kios yang melayani orang-orang yang akan membeli tiket pertunjukan yang ada di sentosa. Tapi entahlah,mungkin saya yang kurang begitu paham di mana harus membeli tiket monorail menuju sentosa atau memang gak ada kiosnya,sampai ahirnya saya menemukan beberapa  buah mesin tiket otomatis yang menjual tiket monorail menuju sentosa . Harga tiket monorail pulang pergi (sudah termasuk tiket masuk) sebesar 3 SGD per orang. Selesai dengan urusan tiket,saya menuju peron dan menunggu monorail yang akan membawa saya ke pulau sentosa. *Fyi: ada 3 buah stasiun yang akan di lewati di sentosa island. Yang pertama bernama  waterfront station,jika tujuan anda universal studio,makan harus turun di sini. Yang ke 2 imbiah station di sini terdapat patung merlion yang gede banget. Dan yang ke 3 sekaligus yang terahir adalah beach station,jika ingin menikmati siloso beach dan palawan beach maka turun di sini.
monorail
Tak begitu lama,datanglah monorail. Saya menaiki monorail dan berhenti di  stasiun pertama,karena memang tujuan pertama saya adalah universal studio. Suasana siang itu begitu cerah denga langit yang berwarna biru muda.  Sesampainya di stasiun pertama,saya langsung turun dan berjalan menuju pintu gerbang universal studio. Suasana di depan universal studio sudah sangat ramai dengan orang-orang yang berbondong-bondong berfoto di depan bola dunia khas universal studio. Cukup lama saya berdiam menikmati orang-orang yang memasang berbagai gaya di depan bola dunia ini,hehe. Sebenarnya saya ingin sekali masuk dan menikmati wahana yang ada di dalam universal studio,namun karena harga tiket  masuknya yang  sangat mahal (bagi saya),jadi saya urungkan niat itu. Saya hanya berputar-putar saja di sekitar universal studio.
Sampai ahirnya cacing-cacing di perut mulai teriak kelaparan. Saya pun melangkahkan kaki menuju bangunan malaysian food street  yang di dalamnya terdapat berbagai macam kedai makanan yang menyajikan makanan malaysia. Sepiring nasi lemak seharga 3 SGD cukup membuat cacing-cacing di dalam perut saya diam. Dari universal studio,saya kembali menuju waterfront station untuk melanjutkan perjalanan menuju imbiah station. Ohya  selama berada di sentosa island,kita bebas menaiki monorail tanpa di pungut biyaya lagi. Sesampainya di imbiah station,saya di sambut patung merlion yang ukuranya beberapa kali lebih besar di banding yang ada di merlion park. Suasana di sini cukup asri karena banyak pohon-pohon yang di tanam. Namun tak ada hal yang menarik di lakukan di sini,selain berfoto dengan merlion. Saya berjalan mengelilingi patung merlion dan menyusuri sungai buatan yang futuristik sampai ahirnya tiba di beach station. Dari sini saya berjalan menyusuri pantai siloso yang berpasir putih. Meski ini merupakan  pantai buatan, namun pantai ini cukup membuat saya betah bertahan lama di bawah terik matahari. Tapi tetap saja ada yang membuatnya kurang begitu indah,karena pemandangan di tengah laut yang di hiasi puluhan kapal-kapal besar. Di pantai ini terdapat juga gugusan-gugusan pulau kecil buatan. Dan di ujung pantai ini terdapat  jembatan yang menghubungkan pantai dan pulau kecil buatan itu.
siloso beach
Puas berkeliling pantai siloso,saya kembali berjalan menuju arah beach station dan melanjutkan berjalan menuju pantai palawan. Ohya sebenarnya ada mobil gandeng yang bisa mengantar kita berkeliling pantai siloso dan palawan secara gratis,kita hanya tinggal menunggunya di halte-halte yang tersedia.
Sesampainya di pantai palawan,suasananya lebih sedikit sepi di banding pantai siloso. Di sini hanya sedikit orang-orang yang bermain di pantai. Di pantai ini pun terdapat sebuah pulau yang ukuranya sedikit lebih besar dari pulau-pulau yang ada di pantai siloso.
palawan beach
Tak hanya itu,di sini pun terdapat jembatan gantung yang cukup panjang yang menghubungkan pulau dengan pantai. Tepat di tengah pulau berdiri kokoh bangunan kembar 4 lantai yang terbuat dari kayu, di lantai ke 3 terdapat jalan penghubung antara kedua bangunan ini. View dari sini begitu cantik,karena kita bisa melihat jembatan gantung dan siluet pantai nan indah. Tempat ini sangat cocok untuk melihat sunset,cukup lama saya berdiam diri di sini sembari meluruskan kaki saya yang sudah sangat pegal,sampai ahirnya saya memutuskan turun karena jam sudah menunjukan pukul 16:20,karena  masih banyak tempat yang akan saya datangi di singapura. Saat berjalan menuju beach station, saya mengisi botol air saya yang sudah mulai kosong di tempat keran air minum. Karena kaki sudah gak kuat lagi berjalan,saya pun  beristirahat di halte sembari menunggu mobil gandeng yang akan membawa saya ke beach statio. Sesampainya di  beach statio,saya kembali menaiki monorail menuju vivo city dan melanjutkan perjalanan ke sudut singapura yang lain.
view dari atas bangunan kayu
Setengah hari yang sangat berkesan di sentosa island,meski saya tak menikmati satu pun permainan yang di sediakan di sini. tapi saya sangat puas mengelilingi sebagian pulau ini.
Fyi: ada bebearap wahana yang geratis di pulau sentosa,di antaranya adalah Crane Dance ( 9 pm daily),dan  Lake of Dreams (9.30 pm daily)

Trip to Singapore

Alaram hp membangunkan saya pagi itu,di luar hujan nampak  cukup deras. Bergegas saya merapikan ransel dan menuju toilet terdekat untuk kemudian  menuju prayer room yang jaraknya cukup jauh dari tempat saya tidur. Selesai solat subuh,saya membuka ransel dan mengeluarkan roti sobek,untuk menu sarapan pagi ini. Selesai sarapan dengan roti sobek yang lumayan bikin kenyang,saya mencari kran air  minum dan mengisi botol minum yang memang senghaja saya bawa. *karena harga air putih kemasan yang cukup mahal di singapura,jadi saya senghaja membawa botol air minum.
Setelah mengisi penuh botol air minum,saya kembali  berjalan menelusuri lorong-lorong di changi,saya  masih sangat betah berlama-lama di bandara ini dan tak ingin cepat-cepat beranjak pergi. Padahal di itinerary yang saya buat,saya harus sudah meningalkan bandara ini sekitar jam 6 pagi,tapi aktualnya pukul 7 saya masih asik menjelajahi sudut bandara ini. Perhatian saya tertuju pada papan petunjuk arah yang bertuliskan “swimming pool”,saya pikir berita tentang adanya kolam renang di bandara ini hanya sebuah gurauan saja,tapi ternyata memang benar-benar ada. Setelah puas berkeliling dan mengambil beberapa peta singapura,saya berjalan menuju skytrain yang akan membawa saya berpindah terminal. Awalnya sempat bingung,mau naik skytrain dulu ke terminal 3 di lanjut ke terminal 2 (karena stasiun MRT ada di terminal 2) apa keluar dulu di imigrasi terminal 1. Tapi pada ahirnya saya memilih menaiki skytrain terlebih dahulu dan keluar di imigrasi terminal 2. *fyi: skytrain ini ada dua,skytrain sebelum pemeriksaan imigrasi dan skytrain setelah pemeriksaan imigrasi (saya juga baru tahu setelah keluar imigrasi).
Skytrain yang  saya naiki hanya  mengantar saya ke terminal 3, sedang untuk menuju terminal 2,saya harus turun dan berganti skytrain di terminal 3. Setibanya di terminal 2,saya turun satu lantai menuju pemeriksaan imigrasi. Di sini saya mulai sedikit gelisah,takut di tanya macam-macam sama petugas imigrasi karena mengingat paspor saya yang masih polos (belum pernah di cap imigrasi manapun a.k.a belum pernah keluar negri) di tambah lagi saya tiba di terminal 1 tapi malah keluar di pemeriksaan imigrasi terminal 2. Tapi semua kecemasan saya itu lenyap ketika paspor saya berhasil di bubuhi cap imigrasi singapura tanpa di tanya macam-macam,hanya di tanya apa pernah masuk singapura menggunakan identitas lain.
mesin penjual tiket
Selesai dengan urusan imigrasi yang sangat mulus,saya berjalan keluar sembari melihat petunjuk arah menuju stasiun  MRT. Saya terus berjalan menuju stasiun MRT changi yang lumayan cukup jauh. Sesampainya di stasiun,saya sedikit ragu saat akan membeli tiket di mesin otomatis (mengingat ada beberapa teman yang bercerita di blog mereka, akan kesulitan mereka  saat  pertama kali menggunakan mesin penjual tiket otomatis ini). Tapi kenyataanya tak sesulit yang saya bayangkan,saya hanya tinggal menyentuh layar (jenis tiket apa yang akan di beli) dan (stasiun yang akan di tuju) dan kemudian memasukan uang sesuai yang tertera di layar (tenang jika bukan uang pas,akan dapat kembalian kok). Setelah itu barulah keluar tiket berwarna hijau yang bentuknya mirip kartu ATM. Untuk masuk ke area peron,kita cukup men-tap kartu ke sensor yang terpasang di palang pintu otomatis. Tak terlalu lama menunggu,MRT sudah tiba. Tujuan pertama saya adalah  stasiun city hall, jadi nanti saya harus berganti MRT di stasiun tanah merah,karena  MRT dari changi hanya melayani 2 stasiun saja yaitu  expo dan tanah merah. Jika ingin melanjutkan perjalanan mengelilingi kota singapura kita harus turun di stasiun tanah merah dan berganti MRT menuju joo koon. *Tips: buat yang pertama kali ke singapura (seperti saya)  pelajari baik-baik peta/jalur MRT karena akan sangat membantu kelancaran trip.
suasana dalam MRT
Suasana  gerbong MRT sangat sepi,mengingat ini masih pagi dan tak terlalu banyak orang yang  meningalkan changi menuju kota. Barulah saat berganti MRT di tanah merah suasana menjadi sangat padat,karena banyak orang-orang yang akan berangkat kerja. Cuaca pagi itu masih sedikit gerimis dengan awan hitam menggantung di mana-mana. Sekitar pukul 7:30,setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit saya  sampai di stasiun city hall. Di sini saya sedikit ke bingungan saat akan keluar stasiun karena stsiun ini ada di bawah tanah jadi saya cukup lama berputar-putar di mal yang menyatu dengan stasiun MRT. Sempat beberapa kali salah jalan sampai ahirnya saya bisa keluar tepat di depan jalan esplanade drive. Dari sini juga saya masih sedikit bingung karena saya belum juga melihat bangunan esplanade (bangunan yang menyerupai durian). Untuk beberapa lama saya terdiam dan memperhatikan banguna-bangunan sekitar dan barulah saya sadar kalau saya baru saja keluar dari bangunan esplanade,hehe.
Esplanade dan singapore flyer

Area CBD
Marina bay Sands dan patung Merlion
Saya berjalan menyusuri jembatan menuju patung merlion,dari kejauhan nampak berdiri kokoh bangunan marina bay sands dan artscience museum. Pagi itu suasana di merlion park masih  sangat sepi,hanya ada beberapa orang saja yang sedang asik berfoto. Seolah tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini,saya pun ikut-ikutan sibuk mengambil gambar. Baru sekitar pukul 9 pagi,suasana menjadi ramai dengan banyaknya rombongan yang mendatangi merlion park. Saya pun berjalan ke sisi lain kawasan ini,menyusuri  singapore river dan berjalan-jalan di sekitar taman.  Karena di rasa sudah puas berkeliling,saya pun memutuskan kembali ke stasiun city hall dan melanjutkan perjalanan menggunakan MRT menuju orchard road. 
Sesampainya di orchard,tak ada hal menarik yang bisa di lakukan di sini (bagi saya),karena di sini hanya tersedia berbagai macam mal-mal yang membuat saya agak minder untuk masuk,hahaha. Namun karena suasana di sini cukup teduh  untuk sekedar jalan-jalan santai menikmati suasana orchard yang sangat terkenal itu,jadi saya cukup lama berkeliling menyusuri jalanan ini. Sepanjang jalan,mata saya terus berkeliling mencari penjual uncle ice cream yang juga gak kalah terkenalnya dengan jalan orchard ini. Namun sayang, mungkin karena masih agak pagi, jadi saya tak melihat satu pun penjual uncle ice cream yang berjualan. Karena kaki sudah cukup pegel,saya memilih untuk beristirahat sebentar sembari melihat burung-burung merpati yang sedang asik di beri makan. Setelah puas beristirahat,saya kembali berkeliling sebentar dan melanjutkan perjalanan menuju sentosa island.