Dari genting higlands ,saya kembali menaiki mobil go genting
menuju KL sentral,setelah menempuh perjalanan selama satu jam,saya tiba di KL
sentral sekitar pukul 14:00. Dari sini saya akan kembali melanjutkan perjalanan
mengunjungi kuil batu caves mengunakan kereta(KTM komuter). Dari KL sentral saya hanya perlu merogoh kocek
sebesar 1 RM untuk satu buah tiket KTM komuter menuju stasiun batu caves.
Setelah mendaptkan tiket, Saya berjalan
mengikuti petunjuk arah menuju stasiun
KTM komuter dan menunggu di platform 3. * Fyi: di KL sentral terdapat beberapa moda
transportasi yang berbeda-beda (meskipun sama-sama kereta),dan memiliki pintu
masuk yang berbeda-beda pula, jadi
jangan sampai salah masuk.
![]() |
perjalanan menuju lapangan utama |
Perjalanan dari KL sentral menuju batu caves bisa di bilang cukup
singkat,hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit saja. Sepanjang perjalanan pun
tak terlalu banyak hal menarik yang bisa di lihat,perjalanan lebih di dominasi
lahan kosong saat mendekati tujuan. Sesampainya di stasiun Batu caves,saya berjalan keluar stasiun
mengikuti para pengunjung lain yang juga hendak ke kuil batu caves. Dari ke
jauhan,saya sudah bisa melihat jajaran tebing-tebing kapur yang di penuhi tumbuhan hijau di hampir
seluruh permukaannya. Saat memasuki kawasan batu caves,saya di sambut sebuah patung dewa berwarna hijau
(entahlah apa namanya,tapi seperti hanoman) yang cukup tinggi. Saya terus
bejalan menyusiri jalan ke arah kanan menuju lapangan utama kuil batu caves yang terdapat patung dewa
murugan setinggi 42,7 m yang di cat berwarna emas . Saat itu suasananya sangat ramai dengan para pengunjung yang baru
tiba atau pun baru turun dari ratusan anak tangga yang menuju mulut goa. Di lapangan
ini terdapat banyak sekali burung merpati yang nampak asik menikmati
jagung-jagung kering yang di lempar para pengunjung.
![]() |
tangga menuju mulut goa |
Puas menikmati tingkah anak-anak kecil yang menjaili merpati, saya pun berjalan mendekati anak
tangga pertama yang akan mengantar saya menuju mulut goa. Sebenarnya jumlah
anak tangga di sini tak terlalu banyak, hanya berjumlah sekitar 272 anak tangga
saja. Namun yang menjadikanya nampak begitu melelahkan untuk di naiki adalah
kecuraman tangga di sini yang saya bilang cukup exstrim. Satu demi satu anak
tangga saya titih, dan saya harus berhenti beberapa kali untuk mengatur napas.
Di sini juga terdapat monyet-monyet nakal yang kadang mengganggu para
wisatawan,jadi harus hati-hati.
Sesampainya di mulut goa, saya di suguhi pemandangan yang luar
biasa cantik, juntaian stlaktif berbagai bentuk yang menyatu dengan dinding goa
memberi kesan dramatis. Goa ini tak sesakral yang saya pikir,karena tepat di
depan mulut goa terdapat beberapa lapak yang menjual berbagai macam sovenir,
dari mulai yang berhubungan dengan goa sampai yang tak terlalu ada hubunganya
pun ada di sini. Begitu memasuki goa,saya seperti sedang berada di
sebuah aula yang sangat besar dan tinggi,di sini terdepat beberapa bangunan
yang menyatu dengan dinding goa. Setelah melewati ruangan ini,saya berjalan
terus meniti beberapa anak tangga lagi untuk sampai di ujung goa yang tak
memiliki atap, di sini kita bisa langsung menatap langit dan hijaunya pepohonan di atas goa (keren kan
!! ),di sini juga terdapat sebuah bangunan (kuil sepertinya) yang nampak tak
terlalu terawat. Setelah muter-muter bagian
goa dengan puas,saya memutuskan untuk
kembali turun dan melanjutkan perjalanan berikutnya.
Sesampainya
di stasiun batu caves,saya langsung membeli tiket KTM menuju KL sentral seharga
2 RM (agak aneh juga sih,padahal dari KL sentral menuju batu caves saya hanya
perlu membayar 1 RM tapi jika sebaliknya harus membayar 2 RM :) )gerombolan merpati |