Selasa, 24 Januari 2012

Karawang-soekarno hatta : Selalu Ada Cerita

Ahirnya hari –hari yang di tunggu tiba juga, perjalanan seorang diri ke bumi sumatra. Rasanya saat itu campur aduk antara senang dan khawatir, tapi hati terus mengebu-gebu dan berseru bahwa saya bisa.  Berhubung pesawat yang akan membawa saya ke kota medan  berangkat pada pagi hari, mau gak mau saya harus ada di bandara sekitar pukul 5 pagi jadi saya putuskan untuk menginap di bandara ke betulan saat itu ada seorang teman (mba octa) yang juga harus melakukan penerbangan pagi ke surabaya. Karena kalau saya harus berangkat dari rumah (karawang) sangat tidak memungkinkan. Awalnya saya akan berangkat dari rumah setelah magrib (ya sekitar jam 18;30 lah)  dengan harapan sampai di bandara sekitar pukul 22/23 malam dengan harapan  bandara sudah sepi. Tapi untunglah saya sempatkan diri untuk  mengcek jadwal bis damri terlebih dahulu. Dan ternyata bis damri tidak beroprasi 24 jam, melainkan hanya dari pukul 4 pagi sampai 19/20 malam. Jadi saya pun majukan jam ke berangkatan saya dari rumah menjadi pukul 15, dengan harapan sekitar pukul 18 saya sudah sampai di tanjung priuk dan melanjutkan perjalanan mengunakan damri ke bandara.

susana jalan tol
Sekitar pukul 15 ,saya sudah duduk di salah satu kursi bis tujuan karawang-tanjung priuk, satu jam berlalu dan bis mulai memasuki jalan tol jakarta-cikampek. Sekitar 10 meter berjalan di jalan tol, tiba-tiba mobil berjalan sangat pelan dan berhenti. Rupanya jalan tol jakarta-cikampek lumpuh total gara-gara ada demo pekerja pabrik di wilayah cikarang (bego kan tuh yang demo, demo  kok malah nutup jalan tol,gak ada hubungan sama sekali dengan apa yang mereka tuntut  malah yang ada  mengganggu kepentingan umum). 30 menit berlalu namun mobil tak kunjung bergerak , beberapa penumpang mulai bosan dan turun dari bis untuk  beristirahat di sisi jalan tol. Hari sudah semakin sore,dan rasa khawatir mulai muncul. Bagaimana kalau sampai tajung priuk jam 8 malam? Bagaimana kalo damri sudah tak ada? Bagaimana kalo ke malaman di terminal tanjung priuk? Pokoknya semua pemikiran buruk sudah memenuhi kepala. Tangan mulai ketak-ketik HP,Sms beberapa temen dengan harapan ada temen yang punya sodara/teman/kenalan yang di daerah tanjung priuk,agar saya bisa bermalam di tempat mereka kalau-kalu damri memang sudah tidak ada. Namun dari semua teman yang di sms tak di dapat hasil yang memuaskan. Sebenarnya kalo yang kelebihan duit sih gak usah bingung-bingun segala,toh ada taxsi 24 jam yang siap mengantar ke mana saja. Tapi bagi saya lebih baik nginep di musolah/masjid di terminal tanjung priuk aja dari pada harus naik taxsi ke bandara,hahaha.

Sekitar pukul 6 sore mobil bis mulai bergerak perlahan,mulai sedikit ada harapan bahwa saya akan bisa sampi di tanjung priuk tepat waktu dan masih ada damri di sana. Tapi harapan ini pupus saat sampai tanjung priuk sekitar pukul 19:30,saat turun dari bis saya langsung lari ke arah tempat mangkal damri (ke jadian seperti ini juga sempat saya alami beberapa bulan yang lalu, hanya bedanya kalo sekarang saya mengejar bis damri kalo dulu ngejar pesawat,hehe) tapi sayang bis damri sudah tidak ada. Tanya ke sana ke sini pun jawabanynya sama,mereka bilang bisnya sudah gak ada kalo jam segini. Tiba-tiba ada bapak tukang ojek yang menawarkan jasanya untuk mengejar damri di pintu tol,bapak itu menegaskan bahwa di sana banyak damri yang lewat. Setelah deal di angka 10k saya pun di antar ke gerbang tol yang di maksud. Benar saja,setelah menunggu kurang dari 5 menit ada sebuah damri yang bertuliskan “gambir”,saya pun menaikinya dan sampilah di bandara soekarno-hatta. Alhamdulilah,,,,,


#semua sumber gambar di tulisan ini berasal dari google.

4 komentar:

  1. hmm.. pengalaman yg unik.
    btw, kalo saya pribadi berangkat dari karawang menuju bandara soetta pakai umum cukup ke kp rambutan aja. Lebih murah, lebih cepat, lebih tepat waktu. Oia, kabarnya sudah ada trayek baru damri dari karawang-bandara juga sebaliknya setiap 1 jam sekali. Pool nya di KIIC kalau gak salah. Saya sendiri belum coba sih. Mudah-mudahan jadi lebih mudah kalo mau ke bandara.

    Btw, salam kenal dari saya Restu di Santiong.

    BalasHapus
  2. kalau saya lbh nyaman ke priuk mba coz lebih deket ke soetta, iya udaha ada tp harganya muahal (45k) n cuma sampai depan kiic aja gak k kota,
    salam kenal jg mba, sy di rawamerta :)

    BalasHapus
  3. Duuh sy dr surabaya mw k krw,,pesawat'a smpe bandara sekitar jam 16.00 ,,enak'a sy naik bus damri jurusan apa'a??klo turun dulu d rambutan lanjut pake agra mas k krw,,kira" ada bus agra mas'a gx ya d trmnal rambutan'a??

    BalasHapus
  4. Bisa naik BIs Damri tujuan Karawang, lebih praktis :)

    BalasHapus