Rabu, 22 Agustus 2012

Kalimantan Selatan, Serpihan Mutiara Borneo

Alaram ponsel membangunkan saya dari tidur yang baru sebentar saja, waktu menujukan pukul 4:30 pagi. Saya segera bergegas mandi dan membangunkan azhar yang nampak begitu pulas menikmati tidurnya. Setelah semua siap, dan setelah mengganjal perut dengan beberapa potong kue dan teh hangat yang di sediakan ibunya azhar. Saya dan azhar berangkat menuju dermaga (RM. Soto bang Amat) menembus dinginnya kota banjarmasin. Sesampainya di sana,sudah banyak mobil dan motor yang terparkir, itu artinya sudah banyak wisatawan yang berangkat menuju pasar terapung lok baintan. Kami mendekati dermaga dan memastikan perahu klotok yang sudah kami booking kemarin malam sudah ada, dan kami juga masih menunggu qori,arlen serta ibunya azhar dan kedua adik perempuannya yang juga akan ikut serta.
Setelah semuanya kumpul (kecuali qori yang gak jadi ikut), kami segera menaiki perahu klotok bersama rombongan turis dari jakarta yang gak kebagian klotok karena tidak booking sebelumnya. Awalnya kami mengijinkan mereka ikut karena kami pikir jumlahnya sedikit,tapi saat naik perahu jumlah mereka ternyata banyak (lebih dari 10 orang), dan karena salah paham ahirnya kami tetap membayar 200k dan mereka membayar 300k ( seharusnya bayarnya cukup 200k saja dan di bagi 2 (--___--) ). Saya,azhar dan arlen memilih untuk duduk di atap kapal saja,karena dalam kapal sudah penuh dan sepertinya lebih leluasa melihat view kalau dari atas kapal. Perlahan namun pasti,perahu mulai melaju meninggalkan dermaga membelah sungai martapura. Sepanjang perjalanan kita di suguhi berbagai pemandangan yang membuat mata enggan berkedip, dari mulai berbagai macam bentuk rumah yang di bangun di atas air,jembatan gantung,dan pohon-pohon khas rawa di sepanjang aliran sungai. Di tengah perjalanan kami di sapa sang mentari pagi yang begitu indah dengan sinarnya yang lembut. Mentari seolah muncul dari ujung sungai, dan sinarnya mempertegas kabut tipis yang menari di atas permukaan air membuat suasana terasa begitu dramatis.

Setelah menyusuri sungai sekitar 45 menit, ahirnya kami sampai di pasar terapung lok baintan. Saat itu suasananya sudah sangat ramai oleh perahu-perahu yang mengangkut wisatawan,sementara perahu-perahu pedagang sangat sedikit, mungkin karena masih momen lebaran jadi hanya sedikit saja yang menjajakan dagangannya. Namun demikian,saya sangat menikmati view seperti ini yang sebelumnya hanya bisa saya lihat di layar kaca saja. Cukup lama perahu berputar-putar mengelilingi para pedagang yang menjajakan dagangannya. Semua orang di dalam perahu mulai sibuk dengan para pedagang yang menjajakan aneka buah segar (kebanyakan mereka menjual jeruk). Dan beberapa orang mulai naik ke atap kapal karena ingin bernarsi ria dengan view perahu-perahu para pedagang, sampai ahirnya ada satu buah kamera yang terjatuh ke sungai saat kamera di taruh di sisi atap kapal (jadi selalu perhatikan dan jaga barang bawaan anda,terlebih saat berada di atap kapal jangan sampai mengalami hal seperti ini).
Pasar Terapung Lok Baintan
 Setelah puas menikmati suasana pasar terapung,kapal pun kembali ke tempat pemberangkatan awal. Saat meninggalkan pasar terapung menuju dermaga pemberangkatan di RM.Soto bang Amat,rumah-rumah unik di pinggir sungai jadi nampak terlihat jelas dan di tambah berbagai aktifitas penghuni rumah yang membuat semunya semakin unik. Dari mulai mandi,nyuci dan kegiatan pagi lainya mereka lakukan di depan rumah. Tak hanya itu saja, di sepanjang aliran sunga ini juga kita bisa menemukan toko baju,toko klontong,salon dan tentunya tempat ibadah (mesjid) yang banyak di temu di pinggir aliran sungai.
Soto banjar
Sesampainya di RM. Soto bang Amat, kami langsung mengisi perut kami dengan soto banjar yang rasanya bikin ketagihan (maknyus...top markotop deh...hehehe ). Entahlah berapa harga 1 porsinya,karena ibunya azhar yang bayarin,hehehe (thank you ibu :* )
Dari RM. Soto bang Amat, saya dan azhar menuju rumah qori, sementar ibu dan arlen pulang ke rumah masing-masing. Dari rumah qori, kami berempat (+ 1 temanya qori) memacu motor menuju martapura untuk melihat pendulangan intan tradisional di cempaka,meski siang itu cukup terik, namun azhar dan qori tetap baik hati memenuhi keinginan saya ke cempaka. Sebenarnya di cempaka tak ada hal yang begitu menarik selain lubang-lubang besar bekas galian dan orang-orang yang sedang bekerja memisahkan bebatuan serta ada juga yang sedang mendulang.
Cempaka
Dari cempaka,kami putar arah menuju pasar cahaya bumi selamat (CBS), pasar ini menjual berbagai aneka batuan mulia yang siap menghiasi diri dan rumah anda tentunya (jangan pernah bawa cewe yang suka perhiasan ke sini coz di jamin kantong bisa jebol,hehehe). Setelah muter-muter pasar,kami beristirahat di salah satu warung sambil melepas dahaga dan bertanya tentang letak rumah tradisional bajar yang sudah berusia ratusan tahu. Kami juga sempat menyinggahi mesjid besar yang ada di dekat kawasan pasar sebelum ahirnya melanjutkan perjalanan menuju rumah tradisional banjar. Rumah tradisional banjar sendiri letaknya tak terlalu jauh, mungkin sekitar 10-15 KM dari CBS. Rumah banjar ini letaknya berada di tengah-tengah sawah, dan di hubungkan oleh sebuah jalan kecil menuju jalan raya. Suasananya sendiri sangat sepi meski sepertinya ada penghuni rumah yang mendiaminya. Tak terlalu lama kami di sini,karena semua orang sepertinya sudah kelelahan jadi kami kembali ke rumah qori untuk istirahat sebentar.

Martapura
Rumah Tradisional Banjar

Saat senja menjelang, saya dan azhar meninggalkan rumah qori menuju pelabuhan trisakti (azhar bilang ini spot yang cukup bagus untuk menunggu matahari pulang).
Awalnya kami berencana akan menghabiskan senja di jembatan rumpiang (mereka bilang jembatannya bagus), namun karena letaknya cukup jauh, jadi kami pun mengurungkan niat mengunjunginya dan menikmati senja di sini saja. Senja di sini juga tak kalah bagus dengan view perahu dan kapal tongkang yang hilir mudik. Di sini juga banyak orang yang mancing dan atau sekedar menikmati senja. Saat matahari sudah benar-benar menghilang, barulah kami berdua pulang. Sesampainya di rumah  azhar, saya langsung mandi dan merapikan kembali ransel saya. Karena malam ini saya akan menginap di rumah qori yang jaraknya lebih dekat ke bandara di banding rumah azhar (karena besok saya harus melakukan penerbangan pagi menuju surabaya).
lontong orari
Setelah semua rapi,saya berpamitan sama kelurganya azhar yang begitu welcome dan baik menerima kehadiran saya. Saya dan azhar pun pergi menuju rumah qori,namun sebelumnya kami menyempatkan diri makan dulu di lontong orari yang penuh banget malam itu,sehingga kami harus menghabiskan waktu dulu di toko buku selama 2 jam dan baru kembali lagi ke tempat lontong orari yang suasananya sudah agak sepi. Seporsi lontong orari dengan ikan haruan (ikan gabus) ludes seketika dari atas piring dan berpindah ke lambung saya,hehehe. Seporsi lontong orari dengan segelas es teh manis di hargai 25k (kalau gak salah,coz di traktir azhar..thank you azhar :D hihihi ). Sesampainya di rumah qori,saya langsung tertidur pulas karena kecapean sementara azhar sudah pulang kerumahnya.

Pagi harinya saya di anter qori ke terminal pal 6, dari sini saya melanjutkan perjalanan dengan menaiki angkot berwarna hijau-putih yang langsung menuju bandara (10k). Sekitar pukul 9 pagi, saya pun terbang menuju surabaya, meninggalkan kota yang memberikan saya kesan yang luar biasa, memberikan sebuah pengalaman yang lebih dari apa yang saya bayangkan sebelumnya. Kalimantan selatan memang luar biasa indah, hanya saja banyak orang yang belum menyadari keindahanya. Meskipun saya hanya sebentar menikmati apa yang di sajikan pulau ini, namun saya cukup puas. Mungkin suatu saat saya akan ke sana lagi dan menikmati asiknya melakukan bambu rafting di Loksado. Amin
Dan terimakasih buat azhar dan keluarga yang udah begitu baik menerima saya, maaf ya ngerepotin. Terimakasih juga buat qori dan teman CS banjarmasin yang sudah banyak membatu. Semoga nanti saya bisa menginjakan kaki kembali di tanah borneo. Amin

9 komentar:

  1. ntar brow kau ke loksado atau kota baru bakal mendapatkan keindahan alamnya kalimantan selatan. salkem dulu.

    BalasHapus
  2. ayo ke banjar lagi,,ngabisin senja dsiring sabiLaL sambiL makan jagung Lumayan seru :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dulu sempet nongkrong di situ malm2, tp bentar aja :)

      Hapus
  3. telat dong rekomen nya,, hehee
    kapan2 klo mampir ke banjr Lg,, mampir krumah ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah...tinggal di banjar y??
      Boleh-boleh, nanti kalau k banjar lg aku kabri y :)

      Hapus
  4. sip pa bos,, kabarin aja,, ntr tak jemput di erpot,, kan rumah qu deket banget sm erpot,, naik motor cuma 5 menit,, hehehee (siapa yg nanya ya )

    BalasHapus
    Balasan
    1. ok sipp.... biar hemat. hahaha :p

      Hapus
  5. gampang di atur,, tp info sebelum mau terbang ya,, klo pas kebeneran kerja,, hehhee
    oiyaaa,, kemaren ada add mas biru di facebook,, konfirmasi dong, :D

    BalasHapus