Rabu, 12 September 2012

Jakarta – Labuan Bajo , Perjalanan yang tak akan Terlupakan



Sekitar ahir bulan juli 2012 yang lalu, saat saya sedang sibuk menyusun itinerary  solo trip saya ke kalimantan selatan dan sulawesi selatan selama 1 minggu. Tiba – tiba saya  mendapat kabar yang bikin senyum saya begitu lebar,bahwa maskapai merpati  mengadakan promo 170k ke semua rute. Sebenarnya, tiket pesawat seharga 170k saya katagorikan ke dalam tarif pesawat  yang mahal untuk rute domestik yang bisa di jangkau oleh maskapai LCC (AirAsia/Citilink ). Tapi karena ini pesawat merpati, yang notabennya melayani rute – rute perintis di kawasan indonesia timur, jadi saya putuskan untuk mengambil promo ini. Setelah berdiskusi dengan seorang teman yang akan menjadi patner jalan saya, ahirnya kami putuskan untuk menyinggahi pulau impian saya, yaitu Flores. Singkat cerita,  Kami berhasil membooking 2 buat tiket pulang pergi jakarta – bali dan bali – labuan bajo untuk  tanggal 12-24 september 2012 dengan harga 680k / orang (harga yang super murah untuk menuju pulau flores dari jakarta, thank merpati).
***

Hari yang di nanti tiba, sore itu saya bergegas  pergi ke bandara soekarno hatta. Di sana, hendra bersama satu orang teman lainnya (dimas) sudah menunggu saya di terminal 3. Penerbangan kami sendiri di jadwalkan baru  besok subuh pukul  5:30. Kami memang senghaja datang ke bandara pada hari itu untuk menginap,agar  tak ke tinggalan pesawat yang berangkat subuh – subuh, hehe  (fyi, saya sudah menginap di bandara soekarno hatta  selam 3 x , termasuk yang sekarang).  Malam itu kami habiskan waktu di terminal 3, duduk - duduk manis di deretan kursi yang berada di depan pintu kedatangan dan kadang kami keluar masuk ke dalam terminal 3. Sekitar pukul 10 malam  terminal 3 sudah nampak semakin sepi, kami putuskan untuk meninggalkan terminal 3 dan berpindah ke terminal 2. Untuk menuju terminal 2 ,  kita cukup menumpang mobil shutlle bus yang beroprasi selama 24 jam di bandara soekarno hatta (bisnya warna kuning cerah). Sampai di terminal 2, kami segera mencari bangku – bangku kosong untuk segera kami jajah dan kami jadikan tempat tidur malam ini. Sebenarnya dimas tak ikut dalam penerbangan kali ini, tapi dia ikut menginap, katanya ingin merasakan gimana rasanya nginep di bandara, hehehe.
***
Pukul 3 pagi, saya terbangun mendengar suara raungan alaram hp yang saya pasang. Saya bergegas membersihkan diri di toilet, membangunkan hendra dan dimas, kemudian  masuk ke pintu keberangkatan, sementara dimas pulang ke rumahnya (thank dimas dah nemenin kami). Selesai cek in, kami berdua langsung menuju ruang tunggu. Tak terlalu lama menunggu, kami langsung boarding ke pesawat merpati yang akan membawa kami ke bali. Saat matahari belum nampak, saya sudah duduk manis di kursi pesawat dengan seat belt  yang sudah terpasang kencang. Pesawat merpati pun terbang mengangkasa membelah langit jakarta yang masih gelap pagi itu. Meski mata sangat mengantuk, tapi saya tak rela untuk melewatkan indahnya pulau jawa yang menyajikan puncak – puncak gunungnya yang agung sepanjang perjalanan yang begitu cerah pagi itu.







Bali..........pukul 8 pagi pesawat yang kami tumpangi mendarat mulus di bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Namun kami hanya transit saja di pulau dewata ini, sebelum ahirnya nanti pukul 13 siang kami akan melanjutkan perjalanan ke labuan bajo di pulau flores. Selesai urusan bagasi, kami keluar terminal kedatangan, celingak – celinguk bingung mau ngapain, kami pun melipir ke warung makan murah (thank hendra buat infonya) di bandara ini. Rumah makan murah ini berada tersembunyi di belakang KFC yang akan ke pintu keberangkatan. Harga perporsi nasi bungkusnya di hargai 5k -8 k saja (sangat murah bukan untuk ukuran makanan di bandara). Seporsi nasi goreng dan 2 buah gorengan berhasil mengganjal perut saya pagi itu. Selesai dengan urusan perut, kami berdua berjalan tanpa arah, mengunjungi setiap sudut bandara ini dan ahirnya ngemper leseha di lantai terminal keberangkatan internasional. Sekitar pukul 11 siang, kami kembali ke terminal domestik dan melakukan proses  cek in. Saat cek in ini saya tak lupa untuk memesan tempat duduk di no 13A, karena view dari sini adalah view terbaik  untuk menyaksikan keindahan deretan pulau – pulau cantik  sepanjang lombok – sumbawa – komodo – labuan bajo.
Siang itu ruang tunggu bandara sangat padat. Dan tepat pukul 13 , semu penumpang pesawat merpati tujuan labuan bajo yang 80 % diantaranya bule di persilahkan melakukan boarding. Sebenarnya perasaan saya sangat tak karuan saat itu, antara senang dan was-was.  Karena ini adalah kali pertama saya menumpangi pesawat kecil berbaling – baling (bukan baling – baling bambu doraemon tapi ya, hehe). Saat semua penumpang sudah masuk dan duduk di kursi mereka masing – masing, pesawat pun segera mengudara. Di tengah deru mesin pesawat yang berisik, saya terus kumat kamit baca doa (takut euy). Menggunakan pesawat kecil  berbaling – baling seperti ini sangat terasa sekali saat pesawat menambah ketinggian atau saat berbelok. Namun beberapa menit kemudian saya sudah terbiasa dengan pergerakan pesawat ini dan tak takut lagi. Sekarang saya malah sibuk dengan kamera saya, membidik setiap momen yang di lewati pesawat ini. Deretan pulau – pulai cantik di sepanjang lombok – sumbawa memanjakan mata saya siang itu.



Dan saat pesawat mendekati pulau komodo , pilot memberitahu semua penumpang, bahwa sebentar lagi pesawat ini akan melewati pulau komodo (saya sangat terkesan dengan pilot merpati yang sangat informatip ini, 2 jempol buat pilotnya).


 
Setelah menyaksikan keindahan pulau komodo , pemandangan yang tak kalah indah saya kembali saksikan saat pesawat mulai mendekati labuan bajo. Deretan pulau – pulau kecil di labuan bajo menambah keindahan perjalanan saya kali ini.

Pukul 3 sore, pesawat yang saya tumpangi mendarat mulus di bandara komodo,labuan bajo. Wah senang sekali rasanya bisa menginjakan kaki di tanah flores, dan dari sinilah petualangan akan kami mulai, horeeeee...........

Terimakasih buat allah swt yang sangat begitu baik mengijinkan saya berada di sana, dan terimakasih juga buat merpati atas promonya (semoga bakal sering – sering promo, Amin)

7 komentar:

  1. kereeeen...q selalu gak beruntung...kalo gak hujan ya tertutup awan...:-(

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulilah,,,itu lagi beruntung bang :D

      Hapus
  2. Balasan
    1. iya bagus bgt,makanya saya gak tidur walau ngantuk bgt :D

      Hapus
  3. keren........

    cek http://enter07.blogspot.com/

    makasih

    BalasHapus
  4. gunung ternyata ga cuma indah di puncaknya, bahkan lebih cakep lagi pas dilihat dari atas :)

    bludstory.blogspot.co.id
    :)

    BalasHapus