Senin, 07 November 2011

I Love Gili Trawangan


Semburat sinar matahari senja berwarna  kemerahan mengiringi perjalanan saya dari bangsal menuju  gili trawangan. Gili trawangan  terlihat mencolok di banding gili yang lain,karena trawangan memiliki bukit yang tak di miliki gili meno n gili air. Setelah terombang ambing di lautan selama  30 menit, saya sampai di pulau gili terawangan. Sebuah papan bertuliskan “walcome to gili trawangan”  berdiri kokoh di hadapan saya. Gemerlap lampu n dentuman keras musik-musik di  bar n cafe-cafe yang berderet di  sepanjang jalan  menambah meriah suasana. Perasaan senang n tak percaya menyeruak di hati saya,yehhhh...ahirnya saya bisa menginjakan kaki di pulau ini.
                Saya berjalan melewati  jalan  yang sudah sangat tertata rapi,di antara riuhnya bule-bule yang berlalu lalang, saya bertemu dengan teman(dion)  yang akan mengajak saya menginap di tempatnya. Mungkin terdengar klise,tapi sejauh ini saya tidak melihat wisatawan lokal di sini. Sejauh mata memandang, saya hanya melihat  para turis luar yang hilir mudik melewati jalanan di pingir pantai ini dengan berbagai gaya.
salah satu sudut di gemerlapnya malam gili trawangan
                Setelah beristirahat n bersih-bersih di tempatnya dion,saya mencari makan di alun-alun pulau ini(gak tau namanya tapi ini seperti pusatnya makanan di pulau ini,hanya buka saat matahari sudah tenggelam, Makanan yang di hidang kan pun hanya seputaran makanan lokal. Tapi tempat ini selalu ramai oleh para turis,karena harganya yang  terjangkau buat kantong para backpacker). Setelah menyantap nasi campur seharga 10k,saya berkeliling melihat ke ramaian di pulau ini. Dentuman keras musik n gelak tawa para wisatawan memecah suasana di pulau kecil ini. Tapi sayang,karena saya seorang diri jadi saya tidak terlalu menikmati susana ini *andai ke sini rame-rame pasti seru. Setelah puas melihat susana malam di gili,saya ke tempatnya dion dan tidur lebih cepat,karena besok akan snorkling seharian ke 3 pulau.
*              *              *
                Pagi menjemput mimpi-mimpi saya,saya bergegas menuju pantai karna tak ingin tertinggal sunrise pertama di pulau ini. Cuaca pagi ini sangat cerah dengan langit berwrna biru muda. Saya duduk di pingiran pantai memandang ke elokan gunung rinjani yang nampak begitu  jelas pagi itu. Laut yang begitu tenang,n semilir angin yang menyegarkan berhembus pelan. Tidak lama kemudian semburat cahaya kuning keemasan memancar di balik eloknya rinjani. Untuk beberapa saat saya tidak mampu berkata-kata menyaksikan ke indahan yang tuhan beri di pagi ini. Matahari dengan gagahnya muncul di balik gunung,pemandangan yang luar biasa indah. Setelah puas melihat sunrise saya kembali ke tempatnya dion,mandi n siap2 buat snorkling.
Mandi sudah,sarapan sudah, sekarang saatnya snorkling. Tapi rupanya  sekarang masih terlalu pagi(masih jam 8), sementara snorkling baru akan di mulai pukul 10. Dion menawakan sepedanya untuk saya pakai berkeliling pulau,dari pada harus diem gak jelas nunggu jam 10, ahirnya saya pun ambil spedanya dion untuk berkeliling pulau. Begitu menaiki sepeda perasaan saya menjadi sedikit kikuk,bahkan saya lupa bagaimana cara mengendarai speda(hahahaah...saat itu berasa bego banget lupa cara mengendarai speda,bahkan goesnya saja sangat kaku. Maklum lah terahir kali naik speda saat smp kelas 1 jadi sudah 7 tahun lebih gak naik speda lagi). Setelah beberapa kali hampir terjatuh,saya mulai menguasai speda. Saya memulai perjalanan ke arah timur, di kanan saya pemandangan laut yang sanga biru dengan pantai putih yang banyak di hiasi beruga(gasebo). Sementara di sebelah kiri berjejer hotel, restauran,tempat rental speda n alat snorkling,agen paket wisata n toko sovenir. Suasana pagi itu masih sangat  sepi,hanya terlihat kesibukan para pekerja hotel n restoran yang sedang bersih-bersih. Karena bisa di pastikan para bulenya masih pada ngorok,tapi  ada juga beberapa bule yang lagi joging.
Jalanan di sini tidak semulus yang saya kira,karena di beberapa tempat saya harus menuntun spedah saya karena jalananya berupa pasir pantai. Rupanya di belakang pulau ini masih terdapat lahan-lahan kosong  yang belum di garap,di sini pun relatip sepi karena tidak ada banyak hotel or restaura.  Perjalanan mengelilingi pulau di tempuh sekitar 1 jam dengan napas yang ngos-ngosan,maklumlah sudah lama saya tidak pernah olahraga.
Setelah puas mengelilingi pulau,saya beristirahat di tempat kerjanya dion sekalian menunggu pukul 10. Tak beberapa lama kemudian  ada temenya dion n 4 orang bule asal australia yang akan snorkling. Bule-bule itu menyewa perahu untuk snorkling,mungkin biar bisa leluasa kaliya n gak di buru waktu. Dan Temenya dion itu jadi guide sekaligus driver perahu buat mereka. Saya di ajak temenya dion  untuk ikut mereka. Tanpa pikir panjang, saya langsung mengiyakan ajakan mereka. Bulenya pun tidak keberatan saya ikut dengan mereka. Lumayanlah buat menghemat,jd saya hanya sewa alat snorkling n memberi uang terimakasih saja sama temennya dion*fyi : harga paket snorkling ke 3 pulau sekitar 100-120k,tergantung pengelola. Biasanya qta hanya di beri snorkel,mask n pin(buat yang gak bisa berenang harus sewa pelampung sekitar 20-30rb,namun ada juga pengelola yang menyediakan pelampung free,jadi tanya dulu tentang kelengkapan alat sebelum deal),  snorkling  di mulai dari pukul 10-15.
Mesin perahu sudah di nyalakan, 1 krat bir bintang  sudah di naikan n berangkatttt.... sepanjang pejalanan ke spot snorkling pertama(di gili trawangan) semua orang menengguk bir,Cuma saya  aja yang minum air mineral(ndesokan saya,,hahah ), meski tuh bule keukeuh maksa saya buat minum bir tapi saya  Cuma senyum aja menolak tawaranya. *mau snorkling ko minum bir,bisa-bisa  teler  di dalam air (--___--) ’’.
Begitu sampai di spot pertama,semuany langsung menceburkan diri ke laut tak terkecuali saya. Di spot ini bukan Cuma ada kita,tapi banyak juga bule-bule yang lagi senorkling. Di antara orang-orang yang sedang snorkling Cuma saya yang paling mencolok,bukan karena saya satu-satunya turis lokal yang sedang snorkling,atau juga bukan karena saya yang paling ganteng(narsisnya kumat),tapi karena Cuma saya yang pake pelampung, malu sangat,,hahaha. Saat menceburkan diri ke laut pun saya langsung tersedak air,alhasil batuk-batuk n di lihatin bule yang lagi snorkling. Sampai ada salah satu di antara mereka mendekat n berkata “are you okay?” ,saya Cuma bisa senyum aja  nahan maluuuuuuu.........
Begitu melongokan kepala ke dalam air,saya agak sedikit takut melihat  dasar laut di ke dalaman 6 meter,takut kalo tiba-tiba pelampung lepas n saya tenggelam,karena snorkling di sini di lepas gitu aja, gak di awasi  sama awak perahu sekalipun qta ikut paket snorkling(intinya keselamatan di tanggung sendiri,hahah). Saya hanya bisa mengambang di atas permukanan air saja,sementara bule-bule itu sangat lincah meliuk-liukan tubuhnya di dalam air,mengejar gerombolan ikan warna warni,menyentuh karang di dasar laut (kalo udah gini nyesel gak bisa renang).
gili meno
Setelah puas,qta kembali ke perahu untuk menuju spot berikutnya yang ada di gili meno. Spot di sini tidak terlalu bagus,karena banyak karang yang rusak n  Ikanya pun tidak terlalu banyak. Setelah snorkling sebentar, qta putuskan untuk menepi ke gili meno saja, istirahat n makan siang. Sesampainya di pantai gilimeno,susananya sangat jauh berbeda dengan gili terawangan yang penuh dengan aktifitas bule. Di sini cenderung sepi n lebih damai,qta duduk-duduk di beruga n istirahat untuk mengisi perut. Namun saat  melihat harga yang ada di menu ,perut tiba-tiba langsung kenyang(wahahah,,,harganya mahal, nasi goreng aja 70k). Untung di sebelah restoran ada lapak nasi bungkus yang di jaga ibu-ibu tua,ahirnya saya makan nasi bungkus seharga 5k,enak ,mengenyangkan n tentu saja gak bikin kantong jebol. Awalnya saya ingin membeli rujak yang di tempatkan pada sebuah kerupuk sebagai penganti piring,namu ibu itu sedang tidak jualan rujak. Kalo yang mau ke gili harus coba itu rujak.
Di gili meno  ada sebuah danau air asin di tengah pulau, namun saya tidak berkesempat  ke sana karena gak enak juga sama bule-bule yang sewa perahu, kalo tiba-tiba mereka mau pergi n sementara saya masih di danau.  Di pulau ini juga terdapat penangkaran penyu,kami sempat melihat tukik(anak penyu) yang baru menetas di tempatkan di sebuah kolam n kami melihat juga sarang penyu yang  berisi telur. Setelah beristirahat di gili meno cukup lama,qta kembali memulai snorkling di spot ke-3 yang ada di gili air. Menurut penuturan temanya dion, di spot ini(gili air) kalo beruntung qta bisa melihat penyu yang  berukuran sangat besar,bahkan ekornya bisa  mencapai tangan orang dewasa.  Dan di perairan seputar gili air pun sangat di jaga,kapal tidak boleh buang jangkar di sini n tidak di perbolehkan memancing juga.
 Begitu sampai di spot,qta langsung menceburkan diri. Benar saja spot ini jauh lebih indah n terjaga dibanding spot-spot yang lain,terumbukarangnya masih bagus n tidak banyak  yang rusak. Ikan-ikan jauh lebih banyak n beraneka ragam n yang paling bikin senang lagi adalah kedalaman di sini cetek (1-2m) jadi gak terlalu was-was berenangnya. Saat asik-asik melihat ikan-ikan yang berwarn- warni,saya di kagetkan dengan ke datangan penyu yang cukup besar. Jadi saya hanya berenang-renang saja mengikuti ke mana penyu itu pergi.
Sore menjemput,kami ahiri snorkling hari ini. Semua orang nampak begitu senang . Matahari yang tenggelam tertutup gumpalan awan-awan hitam yang siap menurunkan hujan,n perjalanan pualang pun di iringi dengan rintik gerimis. Sesampainya di gili terawangan qta berpisah menuju penginapan masing-masing. Terimakasih buat keseruan hari ini terutama buat temannya dion yang mengajak saya n max yang membolehkan saya gabung dengan rombonganya,nice to meat you guy..
Sesampai di tempatnya dion, saya hanya bisa terkapar lemas n tertidur pulas tanpa mempedulikan party yang di selenggarakan malam ini. Karena besok saya akan melanjutkan perjalanan saya ke senggigi jadi harus istirahat cukup buat besok.. *fyi; di gili terawangan setiap 3 x seminggu di adakan party di tempat yang berbeda, n setiap bulan purnama selalu di gelar full moon party(wajib di coba ini). Terimakasih buat dion yang sudah begitu baik menampung saya di gili, n buat teman-teman dion yang sangat menyenangkan. Semoga suatu saat saya bisa kembali ke gili,amin...

I LOVE GILI TRAWANGAN 




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar